CITA-CITA

Saat aku kecil dulu, cita-citaku sangat bercermin dari pekerjaan kedua orangtuaku. Ayah dan Ibuku adalah pegawai kantoran dan bagiku bekerja di kantor itu sangat keren. Duduk di meja, mengetik di komputer, menandatangani surat-surat, mengikuti rapat dengan bos dan yang paling aku suka adalah pergi berangkat dinas ke luar kota atau luar negeri.. Itu yang kuinginkan. Akhirnya aku memutuskan untuk menjadi insinyur sipil seperti ayahku.
Disaat aku duduk di bangku kelas 6, jumlah siswa di kelasku sebanyak 26 orang. Ketika itu, kami diberikan tugas untuk menuliskan cita-cita kami di selembar kertas dan membacakannya secara bergantian. Dari 26 anak, 23 diantaranya bercita-cita menjadi dokter. Sisa 3 orang, yaitu aku dan 2 orang temanku. Aku ingin menjadi insinyur, temanku yang satu ingin menjadi polisi dan yang satu lagi ingin menjadi guru. Saat itu, aku berpikir, kenapa hampir semua teman-temanku ingin menjadi seorang dokter? Kalau semua menjadi dokter, lalu siapa yang akan menjadi insinyur, polisi, guru dan pekerjaan lainnya??

Cita-citaku itu sempat berubah ketika aku masuk SMP karena aku baru menemukan pelajaran baru bernama fisika. Ya, pelajaran yang sangat sulit bagi aku dan teman-temanku. Entah bagaimana, saat SMP aku ingin menjadi fisikawan. Tapi, tentu saja, cita-cita itu hanya keinginan labil anak SMP yang langsung berubah ketika memasuki jenjang SMK, karena di SMK, aku semakin kesulitan menghadapi pelajaran yang satu ini. Yah, pelajaran inilah yang cukup sering membuatku harus remedial selain Pelajaran Matematika.

Dunia SMK telah mengembalikan cita-citaku yang awal untuk menjadi seorang insinyur, JIWAKU termotivasi dengan teknologi yang sangat canggih di Zaman sekarang ini.walaupun saat itu, insinyur sudah berbeda maknanya dengan dulu. Kini, lebih dikenal dengan Sarjana Teknik. Ya, kampus impianku untuk mewujudkan cita-cita itu adalah ITB. Kampus yang sepertinya memang jago nya untuk belajar teknik dan menjadi insinyur. Cita-citaku untuk menjadi Sarjana Teknik lulusan ITB masih bertahan sampai datang waktunya USM ITB disaat aku sudah duduk di kelas 3. Di dalam kebimbanganku untuk mengikuti USM ITB itu, aku berkonsultasi dengan kakakku yang sudah berkuliah di FKG UI. Setelah perbincangan yang panjang dan perenungan yang cukup lama. Akhirnya USM ITB 1 kulewatkan begitu saja.SIMAK UI pun saya belum berhasil mendapatkannya Dan, setelahnya, aku mulai memiliki pemikiran lain untuk menjadi seorang dokter umum. Karena menurut kakakku, menjadi dokter berarti memiliki jam kerja sendiri, bebas menentukan, mau praktek jam berapa dan kapan saja. Akhirnya setelah berpikir panjang, cita-citaku bercabang menjadi dua : dokter dan sarjana teknik. Dengan pilihan kampus ITB atau UI

Tes masuk mandiri perguruan tinggi semakin banyak dan teman-temanku pun semakin banyak yang mengikutinya. Aku pun kembali bingung, akhirnya aku kembali berkonsultasi dengan kakakku dan kembali merenungkan semuanya. Memperhitungkan jarak kampus dengan rumah, pertimbangan tinggal jauh dengan orangtua dan juga yang lainnya. Akhirnya, pilihanku jatuh pada tes SPMB dengan pilihan FK UI atau FKG UI,Namun  saya pada tes SPMB tidak dapat memang mungkin belum rezeki buat saya,dan saya memilih Universitas GUNADARMA sebagai pilihan terakhir dan yang terbaik menurut saya,disamping teknik informasinya yang terkenal namun pada teknik industrinya juga cukup bagus.

Yah, perjalanan yang cukup panjang dalam sejarah cita-citaku. Kini, aku adalah seorang mahasiswa Fakultas Teknologi Industri jurusan Elektro di GUNADARMA. Cita-citaku kini adalah menjadi INSINYUR ELEKTRO yang mudah2han dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia dan membangggakan kedua orangtuaku kelak nanti.Amien YA ROBBI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: